NIB adalah Nomor Induk Berusaha yang menjadi identitas resmi pelaku usaha untuk memulai atau menjalankan kegiatan usaha di Indonesia. NIB diterbitkan melalui sistem Online Single Submission (OSS) setelah pelaku usaha mengisi data dan menyelesaikan tahapan yang berlaku.
Bagi pemilik UMKM, founder startup, maupun perusahaan, memahami fungsi dan cara membuat NIB merupakan langkah awal untuk membangun usaha yang lebih tertib secara administratif. Namun, NIB tidak selalu menjadi satu-satunya dokumen yang dibutuhkan. Jenis perizinan lanjutan bergantung pada tingkat risiko, bidang usaha, lokasi, skala, serta ketentuan sektoral.
Apa Itu NIB?
Nomor Induk Berusaha atau NIB adalah identitas resmi untuk memulai atau menjalankan usaha di Indonesia. NIB diperoleh melalui sistem OSS dan digunakan untuk mengidentifikasi pelaku usaha beserta kegiatan usaha yang didaftarkan.
Penyelenggaraan perizinan berusaha saat ini menggunakan pendekatan berbasis risiko. Kerangka utamanya diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, yang menggantikan PP Nomor 5 Tahun 2021.
Apa Fungsi NIB bagi Pelaku Usaha?
- Identitas resmi pelaku usaha. NIB mengidentifikasi pelaku usaha dan kegiatan usaha yang didaftarkan melalui OSS.
- Dasar pengurusan perizinan lanjutan. Untuk kegiatan tertentu, NIB menjadi bagian awal sebelum pemenuhan Sertifikat Standar, izin, atau Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB UMKU).
- Mendukung kepatuhan usaha. Data usaha yang tercatat dengan benar membantu pelaku usaha menjalankan kewajiban perizinan sesuai bidang dan tingkat risikonya.
- Memudahkan pengembangan usaha. Legalitas yang tertata dapat membantu saat menjalin kerja sama, mengikuti pengadaan, atau memenuhi pemeriksaan dokumen oleh mitra.
Siapa yang Perlu Memiliki NIB?
Pada prinsipnya, pelaku usaha yang menjalankan kegiatan usaha melalui perseorangan maupun badan usaha perlu mendaftarkan usahanya sesuai ketentuan yang berlaku. Bentuknya dapat mencakup usaha orang perseorangan, PT perorangan, perseroan terbatas, CV, firma, koperasi, yayasan yang menjalankan kegiatan usaha, dan bentuk lainnya yang tersedia dalam sistem OSS.
Kesesuaian bentuk usaha, data legal, dan KBLI perlu diperiksa sebelum pengajuan. Kesalahan memilih KBLI dapat memengaruhi tingkat risiko, persyaratan dasar, serta izin lanjutan yang muncul di OSS.
Syarat Membuat NIB
Dokumen dan data yang diperlukan dapat berbeda menurut bentuk serta skala usaha. Secara umum, siapkan:
- NIK dan data identitas penanggung jawab atau pengurus;
- NPWP, apabila dipersyaratkan atau telah dimiliki;
- alamat email dan nomor telepon aktif;
- data badan usaha yang telah tercatat pada sistem terkait, untuk pemohon badan usaha;
- alamat dan lokasi kegiatan usaha;
- bidang usaha serta kode KBLI yang sesuai;
- perkiraan nilai investasi dan modal usaha;
- jumlah tenaga kerja;
- uraian produk atau jasa; dan
- data persyaratan dasar atau dokumen sektoral apabila diminta oleh sistem.
Pastikan seluruh data sesuai dengan kondisi usaha yang sebenarnya. Perbedaan nama, alamat, KBLI, atau data pengurus dapat menimbulkan kendala saat proses perizinan maupun ketika data digunakan untuk kebutuhan lain.
Cara Membuat NIB melalui OSS
- Buat atau gunakan hak akses OSS. Kunjungi situs resmi OSS, lalu lakukan pendaftaran atau masuk menggunakan akun yang sesuai.
- Lengkapi data pelaku usaha. Periksa identitas, kontak, NPWP, data pengurus, dan informasi lain yang ditampilkan.
- Masukkan data kegiatan usaha. Pilih KBLI, lokasi, jenis kegiatan, skala usaha, nilai investasi, tenaga kerja, serta produk atau jasa.
- Periksa hasil penilaian risiko. Sistem akan menentukan keluaran perizinan berdasarkan data dan tingkat risiko kegiatan usaha.
- Lengkapi persyaratan yang muncul. Tahapan dapat meliputi persyaratan dasar, pernyataan mandiri, Sertifikat Standar, izin, atau dokumen sektoral lainnya.
- Periksa draf perizinan. Pastikan seluruh informasi sudah benar sebelum melanjutkan.
- Terbitkan dan unduh NIB. Setelah proses selesai, NIB dapat dilihat, diunduh, dan dicetak melalui akun OSS.
Untuk langkah yang sesuai dengan jenis usaha Anda, gunakan panduan resmi OSS. Tampilan dan tahapan sistem dapat berubah mengikuti implementasi kebijakan terbaru.
Apakah NIB Saja Sudah Cukup?
Belum tentu. Kebutuhan perizinan ditentukan oleh tingkat risiko dan karakter kegiatan usaha.
- Risiko rendah: umumnya NIB menjadi produk perizinan utama.
- Risiko menengah rendah: dapat memerlukan NIB dan Sertifikat Standar berdasarkan pernyataan mandiri.
- Risiko menengah tinggi: dapat memerlukan NIB dan Sertifikat Standar yang harus dipenuhi atau diverifikasi.
- Risiko tinggi: dapat memerlukan NIB dan izin setelah pemenuhan persyaratan serta verifikasi yang berlaku.
Usaha tertentu juga dapat membutuhkan PB UMKU, persetujuan lingkungan, kesesuaian pemanfaatan ruang, persetujuan bangunan gedung, sertifikasi, atau izin sektoral. Karena itu, terbitnya NIB tidak otomatis berarti semua kewajiban usaha telah selesai.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengurus NIB
- Memilih KBLI yang tidak sesuai dengan aktivitas usaha sebenarnya;
- mengisi alamat atau lokasi kegiatan usaha secara tidak konsisten;
- menganggap NIB sebagai satu-satunya izin untuk semua jenis usaha;
- tidak melanjutkan pemenuhan Sertifikat Standar atau izin sektoral;
- mengabaikan kewajiban pembaruan data ketika terdapat perubahan usaha; dan
- tidak memeriksa status permohonan serta notifikasi pada akun OSS.
Pertanyaan Umum tentang NIB
Apakah UMKM wajib memiliki NIB?
Pelaku UMKM perlu mendaftarkan kegiatan usahanya sesuai ketentuan perizinan yang berlaku. NIB menjadi identitas usaha yang diterbitkan melalui OSS, sedangkan izin tambahan mengikuti tingkat risiko dan bidang usahanya.
Apakah satu NIB dapat memuat lebih dari satu KBLI?
Pelaku usaha dapat memiliki beberapa kegiatan usaha dalam data OSS, sepanjang kegiatan tersebut sesuai dengan maksud, tujuan, bentuk usaha, dan ketentuan yang berlaku. Setiap KBLI dapat menghasilkan tingkat risiko serta kewajiban yang berbeda.
Apakah NIB memiliki masa berlaku?
NIB berlaku selama pelaku usaha menjalankan kegiatan usahanya, sepanjang tidak dicabut dan data serta kewajibannya tetap sesuai ketentuan. Pelaku usaha tetap perlu memperbarui data jika terjadi perubahan.
Berapa lama proses pembuatan NIB?
Waktu proses bergantung pada kelengkapan dan kesesuaian data, jenis kegiatan, tingkat risiko, persyaratan dasar, serta kebutuhan verifikasi. Kegiatan berisiko rendah dengan data lengkap umumnya memiliki tahapan lebih sederhana dibanding kegiatan berisiko lebih tinggi.
Butuh Bantuan Mengurus NIB dan Perizinan Usaha?
Pengurusan NIB akan lebih tepat jika diawali dengan pemeriksaan bentuk usaha, KBLI, lokasi, serta izin lanjutan yang dibutuhkan. Solusi Bisnis Legal siap membantu pemilik UMKM, founder startup, dan perusahaan menata legalitas usaha secara profesional.
Konsultasikan kebutuhan pendirian PT atau CV, OSS dan NIB, sertifikasi, izin sektoral, maupun legalitas usaha lainnya bersama tim Solusi Bisnis Legal.
Catatan: Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan hukum atau perizinan berdasarkan kondisi spesifik usaha Anda.